Tampilkan postingan dengan label madu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label madu. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 September 2013

Tambahkan madu dalam daftar diet Anda

Sejak zaman Cleopatra madu sudah dimanfaatkan sebagai perawatan kulit, hingga saai ini madu juga dipercaya sebagai makanan penuh nutrisi. Kelebihan nutrisi iniah, yang menjadikan madu layak dilirik sebagai suplemen makanan untuk membantu keberhasilan program penurunan berat badan.

Menurut ahli pengobatan natural dan holistik, dr. Ivan Hoesada, konsumsi madu ideal untuk program diet, mengingat kandungan utamanya yaitu karbohidrat sebagai sumber energi. Dengan konsumsi madu, porsi makan bisa dikurangi, tanpa mempengaruhi kecukupan energi.

Dalam madu terkandung 82,4 persen gula, yang tersedia dalam bentuk glikogen. Bentuk ini, lanjut Ivan, dapat langsung digunakan sebagai bahan bakar energi tanpa perlu diubah terlebih dulu.

Pada setiap penyajiannya, Ivan menyaranan madu agar tidak langsung dikonsumsi melainkan diencerkan terlebih dulu. Hal ini untuk menghindarkan rasa serik atau tak nyaman pada tenggorokan apabila cairan madu yang kental langsung ditelan.  Saran Ivan, setiap satu sendok makan madu diencerkan dalam sekitar 250 mililiter air.

Untuk membantu program pelangsingan, sebaiknya madu dikonsumsi sebelum menyantap hidangan. Madu dapat dikonsumsi hingga tiga kali sehari sesuai jadwal makan.

Selain madu, Ivan menyarankan pelaku diet tetap mematuhi jurus 3 J dalam pola makannya. Jurus ini adalah tepat jadwal, jumlah (kalori), dan jenis (keragaman) makanan.

"Jangan lupa untuk konsumsi makanan kaya serat dan nutrisi lainnya, terutama sayur dan buah. Konsumsi sayur, buah, ditambah madu menjamin kebutuhan energi. Tanpa perlu menambah porsi konsumsi karbohidrat dan lemak," kata Ivan pada media forum HDI Menguak Fakta dan Mitos dari Produk Perlebahan untuk Kesehatan Manusia di Jakarta.

Hal senada dikatakan Brandon Chia, Chairman of HDI Group Companies, perusahaan yang bergerak di bidang produk perlebahan. "HDI percaya pentingnya diet sehat untuk mempertahankan kualitas hidup. Produk perlebahan, madu misalnya, bisa membantu masyaratkan mewujudkan pola hidup sehat," ujarnya.

Sumber: Health Kompas

Kamis, 29 Agustus 2013

Zaitun dan madu untuk merawat kecantikan

Ibnu Sina (980 -1037 M) – dokter Muslim legendaris – dalam kitabnya Qanin fi Thib atau  Canon of Medicine secara khusus menuliskan rahasia dan resep perawatan kecantikan mulai rambut hingga ujung kaki. Dia melakukan penelitian terhadap bahan-bahan alami yang ada pada masanya. Salah satu bahan alami yang ditawarkannya untuk merawat kecantikan tubuh adalah  madu dan minyak zaitun. Kedua bahan tersebut ternyata mampu menjadi obat mujarab yang digunakan sebagai kosmetika yang memiliki  beragam khasiat.

Menurut Avicenna, begitu ia akrab disapa, madu dan minyak zaitun bisa mengencangkan kulit muka dan seluruh kulit badan. Kedua bahan alami yang mendapat perhatian khusus dalam Alquran itu mampu menghilangkan flek-flek hitam dan jamur kulit.  Selain itu, madu dan minyak zaitun juga bisa menghaluskan kulit dan mengurangi kerutan pada wajah.

Yang tak kalah menariknya, Ibnu Sina pun telah menemukan fakta bahwa minyak zaitun dan  madu mampu menghilangkan bau badan yang tak sedap, serta bisa memberikan vitamin pada kulit dan melembabkannya. Selain untuk kosmetik, madu juga bisa digunakan untuk bearagam kegunaan lainnya.

Mulai dari makanan, obat-obatan sampai bahan untuk alat-alat kecantikan. Sejatinya, manfaat madu telah dirasakan peradaban manusia sejak dahulu kala.  Orang Mesir Kuno telah mengonsumsinya. Penduduk Mesir Kuno sudah terbiasa memanfaatkan madu sebagai makanan bergizi tinggi serta  obat  berbagai macam penyakit yang mujarab.

Meski begitu, peradaban kuno belum mampu menjelaskannya secara ilmiah. Adalah Ibnu Sina – seorang dokter legendaris sepanjang masa – yang telah berhasil  membuktikan kebenaran khasiat madu tersebut, dalam usia tua.  Konon, Ibnu Sina masih tetap kelihatan sehat dan segar bugar layaknya seorang pemuda, karena terbiasa mengonsumsi madu.

Sumber: Republika