Tampilkan postingan dengan label tomat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tomat. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 September 2013

Rutin konsumsi tomat lawan penuaan

Tak hanya dikenal berkat rasanya yang menyegarkan dan berfungsi untuk menyedapkan masakan, tomat juga bermanfat besar untuk kesehatan kulit.

Tomat mengandung lycopene, di mana saat dikonsumi akan menjadi antioksidan dan bekerja sebagai tabir surya dari dalam tubuh.

Antioksidan ini membuat tomat berfungsi sebagai produk anti-aging, yang melawan kerusakan sel dan penuaan kulit.

Nah, daripada Anda merogoh kocek cukup dalam, berikut langkah mudah untuk mendapatkan kulit sehat dengan bahan buah tomat.

  • Pori-pori besar merupakan akses mudah bagi kotoran dan bakteri untuk masuk ke dalamnya. Ambil satu sendok teh jus tomat dan tambahkan dua hingga empat tetes jus lemon. Oleskan campuran ini ke wajah dengan bantuan kapas. Pijat-pijat dengan gerakan melingkar. Biarkan selama 15 menit, lalu basuh dengan air dingin. Pemakaian secara teratur akan membantu mengecilkan pori-pori.

  • Kandungan asam yang terdapat dalam buah tomat membantu mengurangi jerawat di wajah. Selama ini, obat jerawat banyak mengandung vitamin A dan vitamin C. Sementara tomat kaya vitamin A, C dan K. Jika Anda memiliki jerawat ringan, iris tomat dan tempatkan bagian dalamnya di wajah. Untuk jerawah membandel, hancurkan tomat segar dan oleskan di wajah. Biarkan selama satu jam, lalu bersihkan dan beri pelembab wajah. Pergunakan secara rutin maka jerawat Anda cepat mengering.

  • Bila kulit Anda berminyak sehingga membuat wajah seperti gorengan, tomat merupakan solusinya. Hancurkan tomat segar dan saring. Ambil sedikit jus mentimun dan tambahkan pada jus tomattersebut. Bubuhkan ke kapas dan pergunakan setiap hari untuk mengontrol minyak dan jerawat di wajah.

  • Masker tomat dan apokat bekerja maksimal pada kulit kombinasi. Tomat yang berfungsi sebagai astringent, untuk mengurangi minyak dan komedo di wajah, sedangkan apokat berfungsi sebagai antiseptik dan efeknya yang melembabkan. Campuran tomat dan apokat akan mendinginkan dan membersihkan kulit kombinasi (berminyak dan kering) karena mengandung vitamin A, C dan E. Oleskan di wajah dan biarkan selama 20-30 menit, lalu basuh dengan air hangat.


Sumber: Tribun News

Rabu, 21 Agustus 2013

Kandungan vitamin C dalam tomat organik lebih banyak

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal daring Public Library of Science ONE, disebutkan bahwa tomat organik benar-benar lebih sehat dibandingkan tomat yang tumbuh secara konvensional.

Tim peneliti menyebutkan, meskipun ukurannya lebih kecil, tomat organik mengandung kadar tinggi vitamin C dan senyawa yang dapat memerangi penyakit kronis.

Dalam keterangan peneliti, tomat nonorganik dirawat dengan pestisida dan pupuk buatan. Sementara, pertanian organik memaksa buah itu berjuang sendiri untuk tumbuh. Tekanan-tekanan inilah yang melahirkan konsentrasi senyawa kimia menyehatkan yang lebih besar.

Para ilmuwan membandingkan tomat yang ditanam di lahan pertanian konvensional dan organik di Brasilia. Masing-masing lahan berjarak 1,5 kilometer dan berada dalam lingkungan alam yang sama.

Dalam risetnya, peneliti mengambil 30 sampel tomat dari masing-masing lahan dan kemudian dianalisis. Dari hasilnya terlihat, tomat di lahan organik diketahui memiliki bahkan 75 persen vitamin C lebih kecil dibanding tomat yang ditanam di pertanian konvensional.

Tomat organik yang diuji oleh para peneliti Brasil diberi pupuk kandang dan kompos sayuran, tetapi tidak disemprot dengan pestisida. Sebaliknya, tomat konvensional diberi pupuk nonorganik dan pestisida FASTAC 100.

Peneliti menemukan tekanan yang terkait dengan enzim phenylalanine ammonia lyase (PAL), sebuah enzin yang berperan membentuk rasa, dua kali lebih aktif dalam buah organik.

Selain itu, senyawa fenol dalam tomat, seperti flavanoid, menyumbang manfaat kesehatan yang besar bagi tubuh. Flavanoid membantu tubuh melawan stres oksidatif, bentuk senyawa kimia perusak yang terkait dengan kondisi kronis, seperti penyakit jantung, kanker, dan demensia. Lycopeneflavonoid tomat, terbukti mengurangi risiko kanker prostat dan memperlambat pertumbuhan tumor.

Sumber: MetroTVNews

Sabtu, 06 Juli 2013

Peranan antioksidan

Antioksidan adalah molekul yang mampu menghambat oksidasi molekul-molekul lain di dalam tubuh. Oksidasi itu sendiri adalah reaksi kimia yang mentransfer elektron atau hidrogen dari suatu zat ke agen oksidator. Reaksi oksidasi dapat menghasilkan radikal bebas yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Lebih spesifik lagi, proses oksidasi dapat menyebabkan kerusakan membran sel tubuh manusia dan struktur lainnya, termasuk protein selular, lipid, dan DNA.

Aktivitas lingkungan biasanya dapat memunculkan radikal bebas antara lain radiasi, polusi, merokok, dan sebagainya. Bisa Anda bayangkan bagaimana radikal bebas itu “berseliweran” tanpa terkontrol di zaman saat ini. Maka tak usah heran jika saat ini, banyak dari sebagian besar manusia di dunia memiliki struktur sel dalam tubuh yang tidak stabil. Efeknya, ketidakstabilan sel tersebut dapat memicu terjadinya proses penuaan dini dan kanker.

Oleh sebab itu, kita butuh antioksidan. Antioksidan melindungi tubuh dari serangan radikal. Vitamin, polipenol, karoten, dan mineral adalah beberapa antioksidan yang dibutuhkan oleh tubuh guna mencegah serangan tersebut. Antioksidan mencegah kita supaya tak gampang sakit dengan menekan kerusakan sel yang terjadi akibat proses oksidasi radikal bebas.

Nah, bagaimana antioksidan itu sebenarnya bekerja di dalam tubuh? Antioksidan mencegah proses perusakan sel dengan cara mentransfer elektron kepada radikal bebas. Seperti obat penawar, antioksidan akan menetralisir radikal bebas sehingga mereka tidak lagi memiliki kemampuan mencuri elektron dari sel dan DNA manusia.

Penyakit-penyakit seperti kanker, jantung, pikun, katarak, dan penurunan fungsi kognitif disebabkan oleh peran pencurian elektron itu oleh radikal bebas. Proses penuaan dini juga ternyata terjadi karena efek radikal bebas yang terlalu banyak di dalam tubuh kita. Setelah kita paham bagaimana fungsi antioksidan dalam tubuh, lantas darimana kita bisa mendapatkan sumber antioksidan tersebut?

Makanan yang kita makan sehari-hari, jika diteliti lebih dalam, adalah sumber antioksidan. Berikut ini adalah beberapa sumber makanan yang mengandung antioksidan dan dipercaya mampu mencegah beberapa penyakit :

  • Polipenol : buah berri, zaitun, delima, teh, anggur, cokelat, kopi, buah kenari, kacang, kulit buah.

  • Karoten : tomat, beta karoten, likopen, wortel, labu, sayur-sayuran hijau, buah-buah yang berwarna merah dan rumput laut.

  • Vitamin A : wortel, brokoli, sayur hijau, labu, hati, kentang, telur, aprikot, mangga, susu dan ikan.

  • Vitamin C : lada/merica, cabe, peterseli, jambu biji, kiwi, brokoli, tauge, kesemek, pepaya, stroberi, jeruk, lemon, bunga kol, bawang putih, anggur, raspberri, jeruk kepruk, bayam, tomat dan nanas.

  • Vitamin E : asparagus, alpukat, buah zaitun, bayam, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak sayur dan sereal.


Sumber: sehatplus

Selasa, 11 Juni 2013

9 manfaat kesehatan dari Tomat

Tomat! Rasanya manis, umumnya berwarna merah dan rasanya lezat. Tomat baik dikonsumsi oleh siapa saja. Tapi, apakah semua orang tahu mengapa tomat merupakan makanan yang paling sehat? Tomat memiliki vitamin C? rendah kalori? bebas lemak? Yaa betul sekali, tapi itu belum semuanya. Mari kita lihat lebih mendalam, mengapa tomat menjadi makanan pilihan yang sehat.

Buah tomat mentah (secangkir atau 150 gram) merupakan sumber yang baik dari vitamin A, C, K, folat dan kalium. Tomat secara alami rendah sodium, lemak jenuh, kolesterol dan kalori. Tomat juga menyediakan thiamin, niacin, vitamin B6, magnesium, fosfor dan tembaga, semuanya diperlukan bagi kesehatan. Selain itu, tomat mengandung 2 gram serat yakni 7% dari jumlah harian yang disarankan. Tomat juga memiliki kandungan air yang relatif tinggi.

Kesehatan kulit

Tomat membuat kulit Anda tampak lebih cerah. Beta-karoten,yang juga ditemukan dalam wortel dan kentang, membantu melindungi kulit terhadap kerusakan akibat matahari. Lycopene tomat juga dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap kerusakan sinar UV, penyebab utama garis-garis halus dan kerutan.

Menguatkan tulang

Tomat dapat membantu menguatkan tulang. Vitamin K dan kalsium dalam tomat sangat baik untuk memperkuat dan memperbaiki tulang. Lycopene juga telah terbukti meningkatkan massa tulang sehingga dapat melawan osteoporosis.

Melawan Kanker

Tomat adalah pelawan kanker alami. Lycopene dapat mengurangi risiko beberapa kanker, seperti prostat, leher rahim, mulut, tenggorokan, kerongkongan, lambung, usus besar, prostat dan kanker ovarium. Antioksidan tomat (vitamin A dan C) mampu melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel.

Gula darah

Tomat dapat menjaga gula darah Anda menjadi seimbang. Tomat merupakan sumber kromium, yang membantu mengatur gula darah.

Penglihatan yang tajam

Tomat dapat meningkatkan penglihatan Anda. Vitamin A dapat memperbaiki penglihatan dan membantu mencegah rabun senja. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi tomat dapat membantu mengurangi resiko degenerasi makula,

Rambut

Tomat bahkan akan membuat tampilan rambut Anda menjadi lebih baik. Vitamin A dalam tomat bekerja untuk membuat rambut menjadi lebih kuat dan mengkilap.

Mencegah Batu Ginjal dan Batu empedu

Tomat dapat membantu mencegah batu ginjal dan batu empedu. Beberapa studi menunjukkan bahwa, orang yang makan tomat tanpa biji dapat mengurangi terbentuknya batu ginjal dan empedu.

Mengurangi rasa nyeri kronis

Tomat dapat mengurangi rasa nyeri yang kronis. Jika Anda salah satu dari jutaan orang yang berurusan dengan rasa nyeri (seperti arthritis atau nyeri punggung), tomat dapat membantu mengurangi rasa sakit. Tomat kaya akan bioflavonoid dan karotenoid, sebagai antiinflamasi. Nyeri kronis sering melibatkan inflamasi kronis, menyerang inflamasi merupakan cara yang baik untuk melawan rasa sakit yang kronis.

Menurunkan berat badan

Tomat dapat membantu Anda menurunkan berat badan. Jika Anda berada pada diet yang sehat dan program olahraga, tomat dapat dijadikan makanan keseharian Anda. Dapat digunakan sebagai cemilan yang besar seperti salad, casseroles, sandwich dan makanan lainnya. Karena tomat mengandung banyak air dan serat, tanpa menambahkan banyak kalori atau lemak.

 

 

 

 

 

Sumber

Selasa, 04 Juni 2013

Membuat kulit bercahaya dengan Tomat

Tomat adalah tumbuhan dari keluarga Solanaceae, tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru. Tomat merupakan tumbuhan siklus hidup singkat, dapat tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter.

Tomat yang ada terdapat dipasaran umumnya memiliki 2 warna, yakni merah dan hijau. Keduanya memiliki perbedaan kandungan Vitamin C dan A yang bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Buah tomat yang berwarna merah memilliki kandungan Vitamin A dan C lima kali lebih banyak daripada yang berwarna hijau dan tomat merah ini sangat baik dikonsumsi anak-anak sejak dini demi kesehatan mata dan lebih meningkatkan imunitas terhadap berbagai penyakit yang menyerang.

Dipandang dari sisi botanic tomat masuk pada kelompok buah yang dapat dimakan, namun sebagian masyarakat kita memasukkan tomat ke dalam kelompok sayuran. Buah ini lebih sering digunakan sebagai pelengkap masakan karena memiliki rasa yang tajam dan unik. Oleh sebab itu kita sangat sulit menemukan bahan perasa sebagai pengganti buah ini.

Jika dilihat dari segi kandungan gizi dan nutrisi, tomat mengandung mineral, serat dan vitamin yang tinggi, keuntungan lainnya adalah buah tomat rendah kalori dan lemak sehingga aman dikonsumsi oleh siapa saja. Ahli gizi bahkan menganjurkan orang yang menderita obesitas dan masalah kolesterol untuk selalu mengonsumsi buah ajaib ini. Beberapa penelitian sudah dilakukan para ilmuan di berbagai negara, berikut ini adalah hasil penelitian para ilmuan terkait manfaat tomat.

  1. Lycopene yang ada pada tomat dapat mencegah penyakit jantung.

  2. Kandungan vitamin A dan C yang tinggi pada tomat membuatnya berkhasiat melindungi kesehatan mata kita.

  3. Mencegah penyakit kanker, hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr Edward Giovannucci dari universitas Harvard menunjukkan bahwa kandungan lycopene dan beta-karoten pada tomat bekerja sebagai antioksidan alami yang melindungi sel-sel dan struktur tubuh lainnya dari bahaya radikal bebas.

  4. Lycopene merupakan salah satu jenis antioksidan vital alami, berkhasiat membantu mencegah kerusakan sel yang dapat mengakibatkan kanker leher rahim, kanker prostat, kanker perut dan kanker pankreas.


100 gram tomat mengandung nutrisi sebagai berikut :

  •  Vitamin A: 1000 internasional unit (IU)

  •  Vitamin B: thiamine sebanyak 0.56 miligram

  •  Vitamin C: 23 miligram

  •  Vitamin K: jumlahnya tidak tentu

  •  Kalsium: 11 miligram

  •  Besi: 6 miligram

  •  Fosfor: 27 miligram

  •  Kalium: 360 miligram

  •  Protein: 1 gram

  •  Kalori: 20


Berbagai Manfaat Tomat  lainnya:

  • Membantu menurunkan risiko gangguan jantung.

  • Menghilangkan kelelahan dan menambah nafsu makan.

  • Menghambat pertumbuhan sel kanker pada prostat, leher rahim, payudara dan endometrium.

  • Mengurangi risiko radang usus buntu.

  • Meningkatkan jumlah sperma pada pria.

    • Mengatasi kegemukan.

    • Mengandung kolesterol baik sehingga dapat melindungi organ jantung. Mengonsumsi buah tomat secara teratur dapat mengurangi kadar trigliserida yang terdapat dalam darah. Tomat juga mampu mencegah dan menurunkan faktor risiko terhadap serangan jantung, stroke dan pembekuan darah.

    • Selain dapat mengobati gangguan yang terjadi pada pencernaan, buah ini pun mampu mengobati diare dan menurunkan risiko seseorang terhadap penyakit liver.

    • Kaya vitamin C, selain dapat dijadikan sebagai sumber vitamin A, buah ini juga dapat kita jadikan sebagai sumber vitamin C yang diperlukan oleh tubuh.

    • Mengurangi efek buruk asap rokok, kandungan asam coumaric dan asam chlorogenic yang ada di dalamnya dapat membantu kita mengurangi bahaya yang ditimbulkan oleh asap rokok.

    • Menurunkan tekanan darah, konsumsi tomat setiap hari secara rutin terbukti ampuh untuk menurunkan tekanan darah.

    • Dapat digunakan sebagai antiseptik, tomat juga dapat kita gunakan sebagai antiseptik yang ampuh untuk melindungi tubuh dari bahaya infeksi.

    • Pelembut kulit, jika diusapkan pada kulit secara teratur, kulit kita akan lebih lembut dan halus.

    • Mengecilkan pori-pori, untuk mengecilkan pori-pori, cukup menghaluskan beberapa buah tomat lalu campurkan ke dalamnya dua sendok teh cairan jeruk nipis. Oleskan secara merata ke wajah dan bersihkan 5 sampai 10 menit kemudian, lakukan secara teratur sampai ukuran pori-pori anda mengecil.

    • Mengurangi jerawat, kandungan asam yang terdapat pada tomat dapat mengurangi jerawat pada wajah dan bagian tubuh lainnya.




Membuat kulit bercahaya, jika buah ini diaplikasikan pada wajah dengan benar maka kita akan mudah mendapatkan kulit bersih dan memancarkan cahaya.

 

 

 

Obatherbal